Kamis, 25 April 2019

Tips Hidup Tenang Menurut Islam



Peran agama Islam terhadap manusia adalah untuk menolong manusia dalam menentukan tujuan hidup menurut islam yang selamat. Selain itu agama adalah sebagai obat hati dalam islam dan penawar terhadap kegelisahan jiwa manusia. Hidup di dunia penuh dengan ujian dan cobaan dari Allah, oleh karena itu kita butuh adanya tempat untuk bersandar dan mengeluh, yaitu tuhan yang Maha Esa.

Jiwa yang gelisah bisa menimbulkan dampak buruk pada kesehatan. Banyak penyakit yang bersumber dari psikis yang tertekan dan tidak tenang. Tidak heran kalau banyak orang malakukan terapi kejiwaan,aktifitas yoga dan bersemedi untuk meraih ketenangan batin.

1.       Dzikir

Dzikir berarti kita selalu mengingat Allah dalam setiap langkah dan perbuatan yang kita lakukan. Tidak ada yang paling bisa membuat hati kita menjadi lebih baik kecuali selalu mengingat kepada Maha Pencipta. Tanamkan dalam diri untuk senantiasa berdzikir baik dalam lisan maupun perbuatan, sehingga apa yang kita perbuatan adalah berdasarkan kepada mengharap ridha Allah SWT semata.
Allah SWT berfirman yang artinya;
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram.” (Q. S Ar-Ra’du : 28).

2.       Shalat

Shalat yang dimaksud selain shalat wajib lima waktu juga baik bagi kita untuk memperbanyak shalat sunnah. Karena melalui shalat, merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri sekaligus dapat berkomunikasi kepada Allah SWT. Shalat juga bisa mengobati berbagai jenis penyakit hati seperti sombong, iri, dengki, termasuk untuk mendapatkan ketenangan jiwa.
Shalat yang dilakukan secara benar dan khusyu’ akan membantu membuat hati  menjadi lebih tenang. Selepas shalat kita juga bisa mengadu kepada Allah tentang segala keluh kesah kita, sekaligus berdo’a agar dipermudah dalam menghadapi masalah hidup. Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya;

“Hanya kepada-Mu lah kami menyembah, dan hanya kepada-Mu lah kami meminta pertolongan.” (Q. S. Al-Fatihah : 5).

3.        Mengerjakan Sholat Sunnah Malam

Cara Agar Hati Menjadi Tenang Ketiga ialah menjaga dan mengerjakan Sholat – Sholat Sunnah, terutama Sholat Sunnah Malam seperti Sholat Sunnah Malam Witir, Sholat Sunnah Malam Taubat, Sholat Sunnah Malam Istikharah dan Sholat Sunnah Malam Tahajud dan Sholat Sunnah lainnya. Hal ini dikarenakan Seorang Muslim yg rajin mengamalkan Amalan Ibadah Sunnah secara umum, maka dia akan menjadi wali Allah yg istimewa. Firman Allah Ta’ala berbunyi : ” Ingat’lah, sesungguhnya Wali2 Allah itu, tidak ada ke’khawatiran terhadap mereka dan tak pula mereka Bersedih Hati. Yaitu Orang2 yg beriman dan mereka selalu bertakwa (QS. Yunus, Ayat 62 dan 63) ”.

4.        Membaca dan Mendengarkan Kitab Suci Al Qur’an

Cara Agar Hati Bisa Tenang Yang Keempat adalah dengan membaca, mengamalkan dan mendengarkan Al Qur’an. Hal ini bisa kalian lihat didalam Firman Allah Ta’alaa berbunyi : ” Allah sudah menurun’kan perkataan yg paling baik yakni Al-Qur’an yg serupa (mutu Ayat2’nya) lagi berulang-ulang, gemetar karna kulit orang2 yg takut kepada Tuhan’nya, kemudian menjadi Tenang Kulit dan Hati mereka di Waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dg kitab itu Dia menunjuki siapa yg dikehendaki’nya. Dan barangsiapa yg disesatkan Allah, niscaya tak ada bagi’nya seorang pemimpin pun (QS. Az-Zumar, Ayat : 23) ”.

5.       Sabar

Ketika menghadapi masalah, ingatlah kalau semua itu diberikan oleh Allah bukan untuk menyulitkan kita, melainkan untuk menguji iman dan taqwa kita. Ketika kita sadar akan hal tersebut, yang perlu kita lakukan ialah bersabar dalam menghadapi segala macam permasalahan dan cobaan yang diberikan. Allah SWT berfirman yang artinya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah ayat 153).
Dengan bersabar, insya Allah kita bisa menghadapai segala sesuatunya dengan lebih tenang.

6.       Syukuri Nikmat

“Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kamu dustakan?” (QS. Ar Rahman: 13)
Jika kita mau merenung sejenak, nikmat Allah SWT memang tak sanggup kita hitung. Allah SWT melimpahkan seluruh karunianya dalam setiap detik hidup kita. Banyaknya nikmat Allah SWT ini tentu tak mampu kita syukuri semuanya. Namun, Allah SWT tidak sedikit pun memperhitungkannya. Oleh sebab itu, bukan berarti kita lantas abai untuk selalu bersyukur.

Mensyukuri setiap pemberian Allah dapat menjadikan hati kita menjadi tenang. Bukan tak mungkin, karena setiap kita bersyukur, kita menerima dengan lapang dada apapun ketetapan Allah SWT untuk kita nikmati. Bisa saja, sesekali Allah SWT tidak memberikan apa yang kita panjatkan dalam doa. Bisa jadi Allah SWT menunda memenuhi doa-doa kita atau menggantikannya dengan yang lebih baik. Yakinlah bahwa Allah SWT lebih tahu apa yang kita butuhkan, meski kadang bukan apa yang kita inginkan.

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nahl: 18)

7.        Jangan lihat ke atas

Yang pertama kalau mau bahagia, tidak boleh melihat orang yang berada di atas kita, nikmatnya. Contoh: Anda hanya punya sepeda untuk transportasi sehari-hari. Anda tidak boleh memandang orang yang sudah punya motor dan mobil.

Kalau ada Lamborghini parkir depan sekolah, kita gak perlu tahu siapa yang keluar dari dalamnya.
Kalau ada tetangga punya Kawasaki Ninja, kita jangan kepo dari mana dia dapat. Kalau mau tanya harga boleh, dengan syarat;

ada keinginan untuk membelinya dalam waktu dekat, dan sudah ada dananya.

Nabi Muhammad bersabda:

 انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ

Lihatlah orang yang ada di bawahmu dan jangan melihat orang yang ada di atasmu, sebab itu lebih baik agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah. (Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah)
Melihat orang yang di atas kita hanya akan membuat leher pegal, dengki, iri, kufur nikmat dan yang terburuk adalah menyalahkan takdir Allah Solusinya, lihat ke bawah aja.

Kita cuma punya sepeda, orang lain gak punya kendaraan apa-apa. Orang lain, kakinya bermasalah sebelah. Orang lain gak bisa berjalan.
Bertemanlah dengan mereka. Engkau akan bersyukur karena punya kaki dan sepeda untuk digowes. Jangan terlalu sering bergaul dengan orang yang lebih kaya. Lagi pula, kebanyakan orang kaya adalah penghuni neraka.

8.        Berbaik sangka pada Allah

Ada satu tips mujarab kalau mau hidup bahagia, berpikir positif bahwa kita berada dijalan yang benar karena Allah selalu memberikan kebaikan.
Misalnya kita terjebak macet. You tau lah, panas dan membosankan. Kalau kita berpikir macet itu menyita waktu, pasti yang ada hanya kesal.

Coba husnudzon, Allah memberikan kita kebaikan. Bisa jadi kita gak kena macet, tapi gak selamanya jalan lancar cepat mengantarkan kita ke rumah. Bisa jadi bablas ke rumah sakit.
Tidak selamanya lamaran ditolak itu buruk. Bisa jadi Allah sedang siapkan pengganti yang lebih baik secara fisik dan akhlak.
Dengan begini, semua yang kita hadapi akan terasa ringan karena bagaimanapun jalan ceritanya, akan selalu happy ending.

Bahkan jika harus mati pun, kita tetap dianjurkan husnudzon kepada Allah. Dalam beberapa hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Abu Daud, Rasulullah bersabda:

لَا يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلَّا وَهُوَ يُحْسِنُ الظَّنَّ بِاللَّهِ

Janganlah seorang pun di antara kalian yang mati kecuali dalam keadaan berhusnudzon kepada Allah.

Rabu, 24 April 2019

Cara Meningkatkan Iman Dan Islam Kita


Sebagai manusia, Allah menciptakan dengan tujuan untuk beribadah kepada Allah SWT sekaligus untuk diuji kelak untuk menentukan nasib hidup manusia selanjutnya di akhirat. Untuk bisa menjalankan tujuan tersebut tentu saja manusia wajib untuk memiliki iman dan taqwa agar ia mampu juga mau menjalankan segala perintah Allah dengan sebaik-baiknya. Jika itdak, tentu akan mendatangkan kemalasan untuk melaksanakan segala perintah Allah tersebut.

Tanpa adanya iman dan taqwa manusia tidak akan bisa menjalankan kehidupan dengan ridho dan petunjuk Allah SWT. Untuk itu, iman dan taqwa mampu menyelamatkan kita bukan hanya di dunia namun juga kelak di akhirat. Untuk itu, ia adalah pondasi kehidupan manusia.
Orang yang hidup tanpa iman dan taqwa ia seperti rumah tanpa pondasi dan akar yang kuat. Ia akan mudah rapuh, rapuk, dan bahkan tidak akan bisa melindungi orang yang menghuni rumah. Begitupun iman dan taqwa dalam diri manusia. Ia akan melindungi dari segala macam kesesatan, keterperukan, dan berbagai bencana lainnya dalam hidup manusia.

Untuk bisa meningkatkan iman dan taqwa ada berbagai cara dan jalan yang bisa dilakukan. Rukun Iman, Rukun Islam , dan Fungsi Agama tentunya menjadi landasannya.
Manusia adalah makhluk yang sering lalai dan tidak awas diri, untuk itu masalah iman dan taqwa pun juga bisa menurun tanpa mengenal waktu. Berikut adalah 20 cara agar manusia dapat meningkatkan iman dan taqwanya dalam kehidupan.

1.       Memperbaiki Shalat

Untuk bisa meningkatkan iman dan taqwa salah satu caranya adalah dengan memperbaiki shalat. Shalat saja tidak cukup, melainkan membutuhkan shalat khusuk dan berkualitas. Itulah shalat yang mencerminkan keimanan dan ketaqwaan.
Hal mengenai shalat juga disampaikan dalam ayat sebagai berikut, “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”  (QS Al Ankabut : 45)

2.        Bersikap tawadhu

Rasulullah saw. bersabda, “Merendahkan diri termasuk bagian dari iman.” (Ibnu Majah no. 4118)
Rasulullah juga berkata, “Barangsiapa menanggalkan pakaian karena merendahkan diri kepada Allah padahal dia mampu mengenakannya, maka Allah akan memanggilnya pada hati kiamat bersama para pemimpin makhluk, sehingga dia diberi kebebasan memilih di antara pakaian-pakaian iman mana yang dikehendaki untuk dikenakannya.” (Tirmidzi no. 2481)
Maka tak heran jika baju yang dikenakan Abdurrahman bin Auf –sahabat yang kaya—tidak beda dengan yang dikenakan para budak yang dimilikinya.

3.        Perbanyak amalan hati

Hati akan hidup jika ada rasa mencintai Allah, takut kepada-Nya, berharap bertemu dengan-Nya, berbaik sangka dan ridha dengan semua takdir yang ditetapkan-Nya. Hati juga akan penuh dengan iman jika diisi dengan perasaan syukur dan taubat kepada-Nya. Amalan-amalan hati seperti itu akan menghadirkan rasa khusyuk, zuhud, wara’, dan mawas diri. Inilah halawatul iman (manisnya iman)

4.        Hadirkan perasaan takut mati dalam keadaan su’ul khatimah

Rasa takut su’ul khatimah akan mendorong kita untuk taat dan senantiasa menjaga iman kita. Penyebab su’ul khatimah adalah lemahnya iman menenggelamkan diri kita ke dalam jurang kedurhakaan. Sehingga, ketika nyawa kita dicabut oleh malaikat Izrail, lidah kita tidak mampu mengucapkan kalimat laa ilaha illallah di hembusan nafas terakhir.

5.        Banyak-banyaklah ingat mati

Rasulullah saw. bersabda, “Dulu aku melarangmu menziarahi kubur, ketahuilah sekarang ziarahilah kubur karena hal itu bisa melunakan hati, membuat mata menangism mengingatkan hari akhirat, dan janganlah kamu mengucapkan kata-kata yang kotor.” (Shahihul Jami’ no. 4584)
Rasulullah saw. juga bersabda, “Banyak-banyaklah mengingat penebas kelezatan-kelezatan, yakni kematian.” (Tirmidzi no. 230)

Minggu, 21 April 2019

Tips Menjalankan Ibadah Dengan Khusyuk



Khusyuk adalah sesuatu yang sangat sulit untuk dilakukan bagi kaum muslim dan muslimah dalam melakukan ibadah, khususnya ibadah umroh. Bagaimana cara kita agar senantiasa tetap khusyuk dalam menjalankan ibadah umroh dan tetap sesuai dengan tata cara umroh yang disyariatkan oleh Nabi Muhammad SAW? Ibadah umroh bagi sebagian orang identik dengan beribadah sambil berwisata, tentu saja kita ingin mengabadikan setiap momen ketika kita melakukan ibadah umroh sebagai bentuk kenang-kenangan dan dokumentasi. Lalu apakah tindakan seperti itu akan mengganggu kualitas kekhusyukan kita dalam beribadah umroh?

Destinasi yang ada di Tanah Suci memang sangat menarik untuk dijadikan spot untuk berfoto, sebut saja Ka’bah, Masjidil Haram, Gua Hira, Masjid Nabawi, juga Jabal Rahmah. Namun, yang perlu diingat adalah tujuan kita pergi ke Tanah Suci adalah untuk beribadah, adakah tips-tips agar tetap khusyuk dalam melakukan ibadah umroh? Berikut ini ulasannya.

1.       Meluruskan niat.

Luruskanlah niat kita dalam ber-umroh hanya semata-mata untuk mencari ridha Allah Swt. Jangan sampai ada niat yang macam-macam seperti hanya ingin jalan-jalan atau hanya ingin berbelanja saja.

2.       Membekali diri dengan ilmu.

Dalam melaksanakan ibadah apapun tentunya harus diiringi dengan ilmunya. Dengan ilmu kita akan mengetahui mana amalan yang sesuai dengan ajaran nabi dan mana yang bukan ajaran nabi. sehingga segala ibadah yang kitalakukan tidak tertolak oleh Allah Swt arena sudah sesuai dengan apa yang nabi ajarkan.

3.        Menjaga Kesehatan

Tetaplah jaga kesehatan dari semenjak di Tanah Air hingga di Tanah Suci, karena apabila dalam keadaan sakit maka ibadah pun akan sedikit terhambat dan tidak khusyuk.

4.       Membawa barang seperlunya.

Bawalah barang abawaan seperlunya saja. Karena jika kita terlalu banyak membawa barang bawaan itu akan merepotkan dan secara tidak langsung dapat mengganggu kehusyukan ibadah kita bahkan ibadah orang lain.

5.       Fasilitas yang mumpuni.\

Tidak dapat dipungkiri bahwa fasilitas yang baik akan memberikan kenyamanan yang baik pula bagi para jemaah umroh. Dan kenyamanan itu pulalah yang akan membantu kita untuk selalu khusyuk menjalankan ibadah umroh. Maka dari itu pilihlah jasa travel yang menjanjikan kenyamanan dan keamanan bagi para jemaahnya.

Info Umroh :

Tlpn/wa : 0856.9281.9898

Trims..

Senin, 15 April 2019

Tips Sabar Dan Ikhlas Menurut Islam


Banyak hal yang bisa membuat kesabaran dan keikhlasan kita terasa teruji. Dan semuanya itu mungkin terasa berat untuk kita karena tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan dan kita harapkan dalam hidup. Namun takdir berkata lain yang membuat kita mau tak mau harus bisa menjalaninya dengan sabar dan ikhlas.

Untuk menjadi sabar dan ikhlas itu juga tidak mudah karena akan masih ada banyak cobaan dan godaan yang akan membuat diri kita khilaf. Dan jika hawa nafsu dituruti maka hidup akan menjadi berantakan dan bisa-bisa membawa kita ke jalan yang salah. Maka dari itu kita harus bisa menjalaninya dengan kesabaran dan keikhlasan. Namun bagaimana caranya? Simak cara bersikap sabar dan ikhlas berikut ini.

1.       Niatkan Segala Sesuatunya Karena Allah

Salah satu Cara Meningkatkan Kesabaran adalah dengan meluruskan niat. Dari Umar Ra, bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Segala sesuatu hendaklah diniatkan karena Allah SWT. Sesungguhnya sesuatu yang diniatkan karena Allah akan mendapat ridha dari-Nya. Dan keridhaan dari Allah akan menimbulkan kesabaran.

2.       Melupakan kebaikan diri kepada orang lain

Janganlah mengungkit – ungkit apa yang pernah kamu berikan kepada orang lain. Lupakan kebaikan mu kepada orang lain agar bisa menjadi manusia yang ikhlas. Sebaliknya, ingatlah keburukanmu kepada orang lain agar kamu tidak mengulangnya lagi.

3.        Sering berdzikir mengingat Allah

berdzikir artinya mengingat, dzikrullah artinya mengingat Allah. Yaa mengingat Allah disetiap kondisi akan membuat hati menjadi lebih sabar.
“Hai orang orang yang beriman ! berdzikirlah kamu pada Allah sebanyak banyaknya dan bertasbihlah pada-Nya diwaktu pagi maupun petang.” (Q.S. Al Ahzab: 41-42)
Yaa Allah dalam firman-Nya sudah mengingatkan kita untuk mengingat Allah kapan pun dan dimanapun. Senantiasa mengingat Allah akan menjadikan kita sabar dalam menghadapi cobaan.
Sebagai contoh berdzikir paling mudah adalah mengucapkan bismillah saat akan memulai aktivitas, seperti bekerja, bermain, berpergian, atau apapun. Akhiri kegiatan dengan mengucap hamdalah, sepertinya mudah yaa, yukk segera dipraktekan.

4.        Sering membaca Alquran

Sifat sabar dalam Islam bisa ditumbuhkan melalui membca Alquran, hayoo sobat kapan terakhir baca Alquran? Yaa sedikit tapi dirutinkan itu lebih bagus dari pada banyak tapi cuma sekali. Contohnya baca Alquran sehari 1 lembar setiap habis sholat Maghrib.
Kalau sudah terbiasa tambah lagi dengan 2 lembar, setelah sholat Maghrib dan Subuh begitu seterusnya. Lebih bagus lagi membaca artinya dan mendalami maknanya. Yaa karena di dalam Alquran banyak sekali hikmah hikmah yang bisa diambil, apalagi dalam hal kesabaran.
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”.
“Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30).

5.       Menjadi orang yang pemaaf.

Untuk bisa sabar dan ikhlas terhadap sesuatu ya harus dengan memaafkan segala yang sudah terjadi. Maaf adalah kunci dari kesabaran dan keikhlasan yang harus tertanam di dalam diri.

6.       Belajar mengendalikan diri dan emosi.

Belajarlah untuk bisa mengendalikan diri dan emosi agar kita bisa menjadi lebih sabar dan menjalani kenyataan dan kitapun juga harus tahu cara megendalikan emosi diri dan juga cara meredam emosi.

Sabtu, 13 April 2019

Manfaat Berbuat Baik Untuk Kehidupan Dunia Maupun Akhirat




Melakukan ibadah dengan baik akan menimbulkan sikap khusyuk dan tunduk dalam beribadah. Hal itu merupakan salah satu sebab mendapatkan kemenangan di akhirat kelak.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Ta’ala,

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَالَّذِيْنَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُوْنَ

“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya.” (QS. Al-Mu`minun: 1-2).
Berbuat kebaikan juga merupakan sebab masuk surga, sebagaimana firman Allah Ta’ala yang menerangkan sifat-sifat penduduk surga,

إِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍآخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِيْنَ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan mata air, mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Adz-Dzariyat: 15-16).

Kemudian beberapa di bawah ini adalah manfaat berbuat baik, antaranya adalah:

1.        Tentram Di Hati

Cobalah untuk membantu orang lain dengan cara iklas, seperti memberi bantuan kepada orang tua yang tidak bisa menyebrang jalan, hal ini akan menghasilkan pemikiran jauh lebih baik lagi. Menentramkan hati akan menghasilkan pembentukan pikiran yang lebih baik, menjauhkan diri dari godaan setan dan selalu mendapatkan kebaikan hidup dan hati terasa lebih tentram dan sejahtera. Oleh karena itulah untuk membuat diri anda menjadi lebih baik sebaiknya mulai bantulah kepada orang lain, karena itu merupakan langkah awal menuju perubahan baik.

2.        Menghindarkan Stres

Orang yang terbiasa berbuat baik kepada orang lain tidak akan pernah merasa stres karena cenderung merasa bahagia. Mereka memiliki banyak teman yang bisa saling membantu. Sebaliknya, orang yang sering stres tidak memiliki hubungan baik pada semua orang. Mereka hanya bergaul pada lingkup tertentu. Berbuat baik pada orang lain akan membuat hati kita tenang, damai dan bahagia sehingga stres pun menjauh.

3.        Lebih Menghargai Diri Sendiri

Berbuat baik kepada orang lain bukan hanya berarti kita menghargai orang tersebut, namun juga berarti kita menghargai diri kita sendiri. Menghargai diri kita sebagai makhluk sosial yang memiliki banyak teman, memiliki hubungan baik dengan orang lain dan berguna dalam kehidupan. Hal ini akan meningkatkan rasa percaya diri kita dalam kehidupan sehari-hari.

4.       Kamu semakin tahu apa hakikat dan tujuan hidup sebenarnya

Ingat selalu ya, usia kita semakin hari terus berkurang dari detik ke detik, tahun ke tahun. Kita semakin faham bahwa kita tidak akan selamanya hidup di dunia dan sudah pasti akan kembali kepada-Nya. Orang yang selalu berbuat kebaikan tentu saja faham dan mengerti apa hakikat dan tujuan kehidupan sebenarnya.

5.       Jaminan nya Surga

Surga adalah tujuan akhir dalam proses panjang perjalanan hidup manusia yang beriman. Surga digambarkan sebagai kehidupan yang penuh rahmat, yang hidup ditemani bidadari yang takkan pernah layu di makan zaman, di surga disediakan apapun yang kita inginkan. Rumah, piring, mangkuk, gelas, dan semua peralatan terbuat dari emas. Pendek kata, hidup di surga adalah hidup yang penuh kenikmatan. Namun untuk bisa masuk ke dalam surga memerlukan tiket yang harus dibeli pada saat hidup di dunia ini, tiket tersebut harus dibeli dengan iman dan amal shaleh, atau dalam bahasa awamnya keyakinan dan perbuatan baik.

Rabu, 10 April 2019

Pahala Bersedekah Pada Bulan Ramadhan



Kedatangan bulan Ramadhan setiap tahunnya tak henti menjadi penghibur hati orang mukmin. Bagaimana tidak, beribu keutamaan ditawarkan di bulan ini. Pahala diobral, ampunan Allah bertebaran memenuhi setiap ruang dan waktu. Seorang yang menyadari kurangnya bekal yang dimiliki untuk menghadapi hari penghitungan kelak, tak ada rasa kecuali sumringah menyambut Ramadhan. Insan yang menyadari betapa dosa melumuri dirinya, tidak ada rasa kecuali bahagia akan kedatangan bulan Ramadhan.

1.       Pahala yang berlipat ganda
Bersedekah merupakan amalan yang bisa dilakukan kapan saja. Namun, berbeda dengan bulan-bulan lainnya, semua amal baik yang kita lakukan akan dilipatgandakan pahalanya, termasuk juga bersedekah. Tidak hanya mendapat pahala yang berlipat ganda, bersedekah juga sekaligus sebagai penyempurna ibadah yang kita lakukan.

2.       Orang yang bersedekah akan mendapatkan naungan di hari akhir
Nabi Muhammad SAW pernah menceritakan tentang 7 jenis manusia yang mendapat naungan di hari akhir. Salah satu dari 7 jenis manusia tersebut adalah orang yang bersedekah. Hal ini seperti dijelaskan dalam Hadis Riwayat Bukhari, yaitu “Seseorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalanya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan tangan kanannya.”

3.        Menambah Empati Pada yang Membutuhkan
Saat bulan puasa, kita juga dilatih oleh Allah untuk membisakan diri berempati. Untuk itu saat puasa kita menahan lapar dan haus maka kita akan bisa merasakan empati pada mereka yang membutuhkan. Rasa lapar dan haus tidak akan kita temukan jika kita masih dalam keadaan kenyang atau bersenang-senang. Dengan puasa, kita bisa merasakan betul apa yang orang kekurangan rasakan.

Untuk itu, saat bulan Ramadhan saat yang pas untuk bisa bersedekah sebagai wujud empati pada masyarakat yang tidak mampu. Rasa empati juga akan kita rasakan apabila kita bisa memberikan sedekah tersebut yang bermanfaat dan bermakna bagi diri kita sendiri. Untuk itu, Allah akan melipatgandakan pahala sedekah yang kita lakukan di bulan Ramadhan.
Rasa Empati juga berfungsi untuk mencapai Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia, Hakikat Penciptaan Manusia , Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam.

4.       Pahala Jihad di Jalan Allah
Pahala bersedekah di bulan Ramadhan juga akan mendapatkan kenikmatan dianggap sebagai pahala jihad karena telah berjuang dan memberi bantuan kepada orang orang yang membutuhkan di jalan Allah. “Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.” (HR. Bukhari no.3666, Muslim no. 1027). keutamaan jihad dalam islam bisa didapatkan dengan sedekah, sungguh luar biasa.

5.        Menyucikan Orang yang Berpuasa
Saat seorang ummat Muslim berpuasa di bulan Ramadhan, selalu saja terdapat kekurangan atau ketidaksempurnaan dalam ibadahnya. Dengan bersedekah, maka ibadah puasa seorang Muslim tersebut akan disucikan atau disempurnakan.
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari kata-kata yang sia-sia dan dari kata-kata kotor, juga untuk memberi makan kepada orang miskin.” (HR. Abu Daud no. 1609 dan Ibnu Majah no. 1827).

6.        Orang yang bersedekah di bulan Ramadhan akan dikumpulkan di dalam surga
“Sesungguhnya di surga terdapat ruangan-ruangan yang bagian luarnya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar. Allah menganugerahkannya kepada orang yang berkata baik, bersedekah makanan, berpuasa, dan shalat dikala kebanyakan manusia tidur.” (HR. At Tirmidzi no.1984, Ibnu Hibban di Al Majruhin 1/317, dihasankan Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/47, dihasankan Al Albani di Shahih At Targhib, 946).

Sabtu, 06 April 2019

Tips Menikmati Ramadhan Dikota Suci Mekah



Bisa menikmati bulan Ramadan di Tanah Suci Mekkah pasti jadi impian kebanyakan umat Muslim di dunia. Namun, sebelum pergi ke sana, baiknya mengingat 5 tips berikut :
Menjalankan puasa dan ibadah Ramadan lainnya di Mekkah tentu berbeda dengan di Tanah Air. Terlebih musim panas sedang dilalui kota tersebut.
Meski begitu, kekhusyukan ibadah Anda tetap bisa terjaga dengan beberapa tips berikut.

1.       Sahur yang cukup

Tujuan utama menjalankan Ramadan di Makkah tentu untuk menggali pahala sebanyak-banyaknya. Sayangnya, udara yang sedang terlampau panas di sana bisa menguras banyak energi.
Untuk itu, usahakan untuk menyantap makan sahur yang banyak dan penuh gizi. Bila perlu konsumsi juga vitamin yang bisa Anda beli di apotek atau vitamin yang dibawa dari Tanah Air.

2.        Minum Air Putih yang cukup

Air putih juga perlu untuk dikonsumsi dalam jumlah yang banyak. Ini penting untuk menghindari dehidrasi, terlebih cuaca panas yang sedang menyelimuti Mekkah. Mengonsumsi air zam-zam akan lebih baik karena mengandung banyak mineral yang baik untuk tubuh.Setelah sholat ashar, di Masjid Nabawi, Madinah, kamu akan melihat galon-galon kecil berisi air zam-zam di setiap shaf-nya. Air Zam-zam ini disediakan oleh Ini dilakukan oleh para pengurus masjid untuk mereka yang akan berbuka puasa di Masjid Nabawi. Selain itu, karena pada bulan Ramadan setiap kebaikan akan dilipat gandakan, para penduduk asli Madinah, tak akan segan-segan berbuat kebaikan kecil seperti ini. Masya Allah, mereka mulia banget, ya. Bikin kita makin semangat untuk selalu berbagi kebaikan.

3.        Selalu kenakan sunblok

Meski udara panas dan matahari sangat menyengat, ibadah tawaf umumnya tetap dilakukan umat Muslim yang berada di Masjidil Haram. Agar kulit tak terbakar dan tawaf tetap lancar, kenakan sunblock yang cukup. Jika tidak sedang melaksanakan umrah, gunakan juga penutup kepala.

4.        Penduduk Madinah Menyediakan Makanan Gratis untuk Berbuka Puasa

Selain itu, tidak hanya para pengurus Masjid Nabawi saja yang sibuk untuk membagikan air zam-zam. Para penduduk asli Madinah juga tak segan-segan membawa setiap masakannya untuk dibagikan kepada mereka yang akan berbuka puasa di Masjid Nabawi. Masih sama, niat mereka hanya ingin lebih banyak berbagi di bulan Ramadan dan berlomba-lomba dalam kebaikan sekecil apapun. Terharu banget sama kebaikan para penduduk di Madinah.

5.        Tersedia Kurma Gratis yang Melimpah, Masjidilharam

Lain halnya saat di Mekah, setelah salat asar di Masjidilharam, kamu akan melihat plastik panjang berwarna hijau berisikan kurma dan makanan di pelataran Kabah. Plastik hijau ini disediakan supaya kurma dan makanan yang akan dihidangkan untuk berbuka tidak tercecer.  Dalam satu shaf, kurma yang diberikan mencapai tiga sampai empat kotak tupperware berukuran sedang. Masya Allah, bikin kenyang dan hemat ‘kan kalau ibadah di tanah suci? Penduduk asli Mekah mengajarkan bahwa berbagi itu indah.

6.        Melakukan Tawaf Saat Malam Takbir Tiba

Kebanyakan di Indonesia malam takbir dilakukan dengan cara berkeliling kampung atau mengarak beduk menggunakan mobil bak terbuka. Namun, di Mekkah mereka tidak melakukan hal itu. Para penduduk Mekkah melakukan tawaf saat malam takbir, mereka berbondong- bondong memadati Kabah untuk tawaf sunah. Mereka melakukan hal tersebut untuk mengucapkan rasa syukur kepada Allah karena bisa kembali merasakan indahnya bulan Ramadan, dan berharap bisa bertemu lagi dengan bulan Ramadan tahun depan.

Nah, itu tadi beberapa fakta menarik yang membuat kita semakin meinginkan berangkat ke tanah suci saat bulan Ramadan tiba. Bagaimana sudah siap-siap menabung untuk merasakan bulan puasa di tanah suci? Pastinya ingin sekali, ya, merasakan indahnya bulan Ramadan dengan situasi berbeda, utuk semakin meningkatkan kualitas ibadah kita.

Info Umroh :

Tlpn/wa : 0856.9281.9898

Trims ..