Kamis, 25 April 2019

Tips Hidup Tenang Menurut Islam



Peran agama Islam terhadap manusia adalah untuk menolong manusia dalam menentukan tujuan hidup menurut islam yang selamat. Selain itu agama adalah sebagai obat hati dalam islam dan penawar terhadap kegelisahan jiwa manusia. Hidup di dunia penuh dengan ujian dan cobaan dari Allah, oleh karena itu kita butuh adanya tempat untuk bersandar dan mengeluh, yaitu tuhan yang Maha Esa.

Jiwa yang gelisah bisa menimbulkan dampak buruk pada kesehatan. Banyak penyakit yang bersumber dari psikis yang tertekan dan tidak tenang. Tidak heran kalau banyak orang malakukan terapi kejiwaan,aktifitas yoga dan bersemedi untuk meraih ketenangan batin.

1.       Dzikir

Dzikir berarti kita selalu mengingat Allah dalam setiap langkah dan perbuatan yang kita lakukan. Tidak ada yang paling bisa membuat hati kita menjadi lebih baik kecuali selalu mengingat kepada Maha Pencipta. Tanamkan dalam diri untuk senantiasa berdzikir baik dalam lisan maupun perbuatan, sehingga apa yang kita perbuatan adalah berdasarkan kepada mengharap ridha Allah SWT semata.
Allah SWT berfirman yang artinya;
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram.” (Q. S Ar-Ra’du : 28).

2.       Shalat

Shalat yang dimaksud selain shalat wajib lima waktu juga baik bagi kita untuk memperbanyak shalat sunnah. Karena melalui shalat, merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri sekaligus dapat berkomunikasi kepada Allah SWT. Shalat juga bisa mengobati berbagai jenis penyakit hati seperti sombong, iri, dengki, termasuk untuk mendapatkan ketenangan jiwa.
Shalat yang dilakukan secara benar dan khusyu’ akan membantu membuat hati  menjadi lebih tenang. Selepas shalat kita juga bisa mengadu kepada Allah tentang segala keluh kesah kita, sekaligus berdo’a agar dipermudah dalam menghadapi masalah hidup. Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya;

“Hanya kepada-Mu lah kami menyembah, dan hanya kepada-Mu lah kami meminta pertolongan.” (Q. S. Al-Fatihah : 5).

3.        Mengerjakan Sholat Sunnah Malam

Cara Agar Hati Menjadi Tenang Ketiga ialah menjaga dan mengerjakan Sholat – Sholat Sunnah, terutama Sholat Sunnah Malam seperti Sholat Sunnah Malam Witir, Sholat Sunnah Malam Taubat, Sholat Sunnah Malam Istikharah dan Sholat Sunnah Malam Tahajud dan Sholat Sunnah lainnya. Hal ini dikarenakan Seorang Muslim yg rajin mengamalkan Amalan Ibadah Sunnah secara umum, maka dia akan menjadi wali Allah yg istimewa. Firman Allah Ta’ala berbunyi : ” Ingat’lah, sesungguhnya Wali2 Allah itu, tidak ada ke’khawatiran terhadap mereka dan tak pula mereka Bersedih Hati. Yaitu Orang2 yg beriman dan mereka selalu bertakwa (QS. Yunus, Ayat 62 dan 63) ”.

4.        Membaca dan Mendengarkan Kitab Suci Al Qur’an

Cara Agar Hati Bisa Tenang Yang Keempat adalah dengan membaca, mengamalkan dan mendengarkan Al Qur’an. Hal ini bisa kalian lihat didalam Firman Allah Ta’alaa berbunyi : ” Allah sudah menurun’kan perkataan yg paling baik yakni Al-Qur’an yg serupa (mutu Ayat2’nya) lagi berulang-ulang, gemetar karna kulit orang2 yg takut kepada Tuhan’nya, kemudian menjadi Tenang Kulit dan Hati mereka di Waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dg kitab itu Dia menunjuki siapa yg dikehendaki’nya. Dan barangsiapa yg disesatkan Allah, niscaya tak ada bagi’nya seorang pemimpin pun (QS. Az-Zumar, Ayat : 23) ”.

5.       Sabar

Ketika menghadapi masalah, ingatlah kalau semua itu diberikan oleh Allah bukan untuk menyulitkan kita, melainkan untuk menguji iman dan taqwa kita. Ketika kita sadar akan hal tersebut, yang perlu kita lakukan ialah bersabar dalam menghadapi segala macam permasalahan dan cobaan yang diberikan. Allah SWT berfirman yang artinya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah ayat 153).
Dengan bersabar, insya Allah kita bisa menghadapai segala sesuatunya dengan lebih tenang.

6.       Syukuri Nikmat

“Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kamu dustakan?” (QS. Ar Rahman: 13)
Jika kita mau merenung sejenak, nikmat Allah SWT memang tak sanggup kita hitung. Allah SWT melimpahkan seluruh karunianya dalam setiap detik hidup kita. Banyaknya nikmat Allah SWT ini tentu tak mampu kita syukuri semuanya. Namun, Allah SWT tidak sedikit pun memperhitungkannya. Oleh sebab itu, bukan berarti kita lantas abai untuk selalu bersyukur.

Mensyukuri setiap pemberian Allah dapat menjadikan hati kita menjadi tenang. Bukan tak mungkin, karena setiap kita bersyukur, kita menerima dengan lapang dada apapun ketetapan Allah SWT untuk kita nikmati. Bisa saja, sesekali Allah SWT tidak memberikan apa yang kita panjatkan dalam doa. Bisa jadi Allah SWT menunda memenuhi doa-doa kita atau menggantikannya dengan yang lebih baik. Yakinlah bahwa Allah SWT lebih tahu apa yang kita butuhkan, meski kadang bukan apa yang kita inginkan.

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nahl: 18)

7.        Jangan lihat ke atas

Yang pertama kalau mau bahagia, tidak boleh melihat orang yang berada di atas kita, nikmatnya. Contoh: Anda hanya punya sepeda untuk transportasi sehari-hari. Anda tidak boleh memandang orang yang sudah punya motor dan mobil.

Kalau ada Lamborghini parkir depan sekolah, kita gak perlu tahu siapa yang keluar dari dalamnya.
Kalau ada tetangga punya Kawasaki Ninja, kita jangan kepo dari mana dia dapat. Kalau mau tanya harga boleh, dengan syarat;

ada keinginan untuk membelinya dalam waktu dekat, dan sudah ada dananya.

Nabi Muhammad bersabda:

 انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ

Lihatlah orang yang ada di bawahmu dan jangan melihat orang yang ada di atasmu, sebab itu lebih baik agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah. (Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah)
Melihat orang yang di atas kita hanya akan membuat leher pegal, dengki, iri, kufur nikmat dan yang terburuk adalah menyalahkan takdir Allah Solusinya, lihat ke bawah aja.

Kita cuma punya sepeda, orang lain gak punya kendaraan apa-apa. Orang lain, kakinya bermasalah sebelah. Orang lain gak bisa berjalan.
Bertemanlah dengan mereka. Engkau akan bersyukur karena punya kaki dan sepeda untuk digowes. Jangan terlalu sering bergaul dengan orang yang lebih kaya. Lagi pula, kebanyakan orang kaya adalah penghuni neraka.

8.        Berbaik sangka pada Allah

Ada satu tips mujarab kalau mau hidup bahagia, berpikir positif bahwa kita berada dijalan yang benar karena Allah selalu memberikan kebaikan.
Misalnya kita terjebak macet. You tau lah, panas dan membosankan. Kalau kita berpikir macet itu menyita waktu, pasti yang ada hanya kesal.

Coba husnudzon, Allah memberikan kita kebaikan. Bisa jadi kita gak kena macet, tapi gak selamanya jalan lancar cepat mengantarkan kita ke rumah. Bisa jadi bablas ke rumah sakit.
Tidak selamanya lamaran ditolak itu buruk. Bisa jadi Allah sedang siapkan pengganti yang lebih baik secara fisik dan akhlak.
Dengan begini, semua yang kita hadapi akan terasa ringan karena bagaimanapun jalan ceritanya, akan selalu happy ending.

Bahkan jika harus mati pun, kita tetap dianjurkan husnudzon kepada Allah. Dalam beberapa hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Abu Daud, Rasulullah bersabda:

لَا يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلَّا وَهُوَ يُحْسِنُ الظَّنَّ بِاللَّهِ

Janganlah seorang pun di antara kalian yang mati kecuali dalam keadaan berhusnudzon kepada Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar