Peran agama
Islam terhadap manusia adalah untuk menolong manusia dalam menentukan tujuan
hidup menurut islam yang selamat. Selain itu agama adalah sebagai obat hati
dalam islam dan penawar terhadap kegelisahan jiwa manusia. Hidup di dunia penuh
dengan ujian dan cobaan dari Allah, oleh karena itu kita butuh adanya tempat
untuk bersandar dan mengeluh, yaitu tuhan yang Maha Esa.
Jiwa yang
gelisah bisa menimbulkan dampak buruk pada kesehatan. Banyak penyakit yang
bersumber dari psikis yang tertekan dan tidak tenang. Tidak heran kalau banyak
orang malakukan terapi kejiwaan,aktifitas yoga dan bersemedi untuk meraih
ketenangan batin.
1.
Dzikir
Dzikir berarti
kita selalu mengingat Allah dalam setiap langkah dan perbuatan yang kita
lakukan. Tidak ada yang paling bisa membuat hati kita menjadi lebih baik
kecuali selalu mengingat kepada Maha Pencipta. Tanamkan dalam diri untuk
senantiasa berdzikir baik dalam lisan maupun perbuatan, sehingga apa yang kita
perbuatan adalah berdasarkan kepada mengharap ridha Allah SWT semata.
Allah SWT berfirman yang artinya;
“Orang-orang
yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah,
hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram.” (Q. S Ar-Ra’du : 28).
2.
Shalat
Shalat yang
dimaksud selain shalat wajib lima waktu juga baik bagi kita untuk memperbanyak
shalat sunnah. Karena melalui shalat, merupakan salah satu cara untuk
mendekatkan diri sekaligus dapat berkomunikasi kepada Allah SWT. Shalat juga
bisa mengobati berbagai jenis penyakit hati seperti sombong, iri, dengki,
termasuk untuk mendapatkan ketenangan jiwa.
Shalat yang
dilakukan secara benar dan khusyu’ akan membantu membuat hati menjadi lebih tenang. Selepas shalat kita
juga bisa mengadu kepada Allah tentang segala keluh kesah kita, sekaligus
berdo’a agar dipermudah dalam menghadapi masalah hidup. Sebagaimana firman
Allah SWT yang artinya;
“Hanya kepada-Mu
lah kami menyembah, dan hanya kepada-Mu lah kami meminta pertolongan.” (Q. S.
Al-Fatihah : 5).
3.
Mengerjakan
Sholat Sunnah Malam
Cara Agar Hati
Menjadi Tenang Ketiga ialah menjaga dan mengerjakan Sholat – Sholat Sunnah,
terutama Sholat Sunnah Malam seperti Sholat Sunnah Malam Witir, Sholat Sunnah
Malam Taubat, Sholat Sunnah Malam Istikharah dan Sholat Sunnah Malam Tahajud
dan Sholat Sunnah lainnya. Hal ini dikarenakan Seorang Muslim yg rajin
mengamalkan Amalan Ibadah Sunnah secara umum, maka dia akan menjadi wali Allah
yg istimewa. Firman Allah Ta’ala berbunyi : ” Ingat’lah, sesungguhnya Wali2
Allah itu, tidak ada ke’khawatiran terhadap mereka dan tak pula mereka Bersedih
Hati. Yaitu Orang2 yg beriman dan mereka selalu bertakwa (QS. Yunus, Ayat 62
dan 63) ”.
4.
Membaca
dan Mendengarkan Kitab Suci Al Qur’an
Cara Agar Hati
Bisa Tenang Yang Keempat adalah dengan membaca, mengamalkan dan mendengarkan Al
Qur’an. Hal ini bisa kalian lihat didalam Firman Allah Ta’alaa berbunyi : ”
Allah sudah menurun’kan perkataan yg paling baik yakni Al-Qur’an yg serupa
(mutu Ayat2’nya) lagi berulang-ulang, gemetar karna kulit orang2 yg takut
kepada Tuhan’nya, kemudian menjadi Tenang Kulit dan Hati mereka di Waktu
mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dg kitab itu Dia menunjuki siapa yg
dikehendaki’nya. Dan barangsiapa yg disesatkan Allah, niscaya tak ada bagi’nya
seorang pemimpin pun (QS. Az-Zumar, Ayat : 23) ”.
5.
Sabar
Ketika
menghadapi masalah, ingatlah kalau semua itu diberikan oleh Allah bukan untuk
menyulitkan kita, melainkan untuk menguji iman dan taqwa kita. Ketika kita
sadar akan hal tersebut, yang perlu kita lakukan ialah bersabar dalam
menghadapi segala macam permasalahan dan cobaan yang diberikan. Allah SWT
berfirman yang artinya:
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
اسْتَعِينُوا
بِالصَّبْرِ
وَالصَّلَاةِ
ۚ
إِنَّ
اللَّهَ
مَعَ
الصَّابِرِينَ
Artinya : “Hai
orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu,
sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah ayat 153).
Dengan bersabar, insya Allah kita bisa menghadapai segala
sesuatunya dengan lebih tenang.
6.
Syukuri Nikmat
“Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kamu dustakan?”
(QS. Ar Rahman: 13)
Jika kita mau
merenung sejenak, nikmat Allah SWT memang tak sanggup kita hitung. Allah SWT
melimpahkan seluruh karunianya dalam setiap detik hidup kita. Banyaknya nikmat
Allah SWT ini tentu tak mampu kita syukuri semuanya. Namun, Allah SWT tidak
sedikit pun memperhitungkannya. Oleh sebab itu, bukan berarti kita lantas abai
untuk selalu bersyukur.
Mensyukuri
setiap pemberian Allah dapat menjadikan hati kita menjadi tenang. Bukan tak
mungkin, karena setiap kita bersyukur, kita menerima dengan lapang dada apapun
ketetapan Allah SWT untuk kita nikmati. Bisa saja, sesekali Allah SWT tidak
memberikan apa yang kita panjatkan dalam doa. Bisa jadi Allah SWT menunda
memenuhi doa-doa kita atau menggantikannya dengan yang lebih baik. Yakinlah
bahwa Allah SWT lebih tahu apa yang kita butuhkan, meski kadang bukan apa yang
kita inginkan.
“Dan jika kamu
menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An
Nahl: 18)
7.
Jangan
lihat ke atas
Yang pertama
kalau mau bahagia, tidak boleh melihat orang yang berada di atas kita,
nikmatnya. Contoh: Anda hanya punya sepeda untuk transportasi sehari-hari. Anda
tidak boleh memandang orang yang sudah punya motor dan mobil.
Kalau ada Lamborghini parkir depan sekolah, kita gak perlu
tahu siapa yang keluar dari dalamnya.
Kalau ada
tetangga punya Kawasaki Ninja, kita jangan kepo dari mana dia dapat. Kalau mau
tanya harga boleh, dengan syarat;
ada keinginan untuk membelinya dalam waktu dekat, dan sudah
ada dananya.
Nabi Muhammad bersabda:
انْظُرُوا إِلَى
مَنْ
هُوَ
أَسْفَلَ
مِنْكُمْ
وَلَا
تَنْظُرُوا
إِلَى
مَنْ
هُوَ
فَوْقَكُمْ
فَإِنَّهُ
أَجْدَرُ
أَنْ
لَا
تَزْدَرُوا
نِعْمَةَ
اللَّهِ
Lihatlah orang
yang ada di bawahmu dan jangan melihat orang yang ada di atasmu, sebab itu
lebih baik agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah. (Ahmad, Tirmidzi, Ibnu
Majah)
Melihat orang
yang di atas kita hanya akan membuat leher pegal, dengki, iri, kufur nikmat dan
yang terburuk adalah menyalahkan takdir Allah Solusinya, lihat ke bawah aja.
Kita cuma punya
sepeda, orang lain gak punya kendaraan apa-apa. Orang lain, kakinya bermasalah
sebelah. Orang lain gak bisa berjalan.
Bertemanlah
dengan mereka. Engkau akan bersyukur karena punya kaki dan sepeda untuk
digowes. Jangan terlalu sering bergaul dengan orang yang lebih kaya. Lagi pula,
kebanyakan orang kaya adalah penghuni neraka.
8.
Berbaik
sangka pada Allah
Ada satu tips
mujarab kalau mau hidup bahagia, berpikir positif bahwa kita berada dijalan
yang benar karena Allah selalu memberikan kebaikan.
Misalnya kita
terjebak macet. You tau lah, panas dan membosankan. Kalau kita berpikir macet
itu menyita waktu, pasti yang ada hanya kesal.
Coba husnudzon,
Allah memberikan kita kebaikan. Bisa jadi kita gak kena macet, tapi gak
selamanya jalan lancar cepat mengantarkan kita ke rumah. Bisa jadi bablas ke
rumah sakit.
Tidak selamanya
lamaran ditolak itu buruk. Bisa jadi Allah sedang siapkan pengganti yang lebih
baik secara fisik dan akhlak.
Dengan begini,
semua yang kita hadapi akan terasa ringan karena bagaimanapun jalan ceritanya,
akan selalu happy ending.
Bahkan jika
harus mati pun, kita tetap dianjurkan husnudzon kepada Allah. Dalam beberapa
hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Abu Daud, Rasulullah bersabda:
لَا يَمُوتَنَّ
أَحَدُكُمْ
إِلَّا
وَهُوَ
يُحْسِنُ
الظَّنَّ
بِاللَّهِ
Janganlah
seorang pun di antara kalian yang mati kecuali dalam keadaan berhusnudzon
kepada Allah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar