Melakukan ibadah
dengan baik akan menimbulkan sikap khusyuk dan tunduk dalam beribadah. Hal itu
merupakan salah satu sebab mendapatkan kemenangan di akhirat kelak.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Ta’ala,
قَدْ أَفْلَحَ
الْمُؤْمِنُونَ – الَّذِيْنَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ
خَاشِعُوْنَ
“Sungguh
beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya.”
(QS. Al-Mu`minun: 1-2).
Berbuat kebaikan
juga merupakan sebab masuk surga, sebagaimana firman Allah Ta’ala yang
menerangkan sifat-sifat penduduk surga,
إِنَّ الْمُتَّقِيْنَ
فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ – آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ
إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ
مُحْسِنِيْنَ
“Sesungguhnya
orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan mata air,
mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka
sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat baik.” (QS.
Adz-Dzariyat: 15-16).
Kemudian beberapa di bawah ini adalah manfaat berbuat baik,
antaranya adalah:
1.
Tentram
Di Hati
Cobalah untuk
membantu orang lain dengan cara iklas, seperti memberi bantuan kepada orang tua
yang tidak bisa menyebrang jalan, hal ini akan menghasilkan pemikiran jauh lebih
baik lagi. Menentramkan hati akan menghasilkan pembentukan pikiran yang lebih
baik, menjauhkan diri dari godaan setan dan selalu mendapatkan kebaikan hidup
dan hati terasa lebih tentram dan sejahtera. Oleh karena itulah untuk membuat
diri anda menjadi lebih baik sebaiknya mulai bantulah kepada orang lain, karena
itu merupakan langkah awal menuju perubahan baik.
2.
Menghindarkan Stres
Orang yang
terbiasa berbuat baik kepada orang lain tidak akan pernah merasa stres karena
cenderung merasa bahagia. Mereka memiliki banyak teman yang bisa saling
membantu. Sebaliknya, orang yang sering stres tidak memiliki hubungan baik pada
semua orang. Mereka hanya bergaul pada lingkup tertentu. Berbuat baik pada
orang lain akan membuat hati kita tenang, damai dan bahagia sehingga stres pun
menjauh.
3.
Lebih
Menghargai Diri Sendiri
Berbuat baik
kepada orang lain bukan hanya berarti kita menghargai orang tersebut, namun
juga berarti kita menghargai diri kita sendiri. Menghargai diri kita sebagai
makhluk sosial yang memiliki banyak teman, memiliki hubungan baik dengan orang
lain dan berguna dalam kehidupan. Hal ini akan meningkatkan rasa percaya diri
kita dalam kehidupan sehari-hari.
4.
Kamu semakin tahu apa hakikat dan tujuan hidup
sebenarnya
Ingat selalu ya,
usia kita semakin hari terus berkurang dari detik ke detik, tahun ke tahun.
Kita semakin faham bahwa kita tidak akan selamanya hidup di dunia dan sudah
pasti akan kembali kepada-Nya. Orang yang selalu berbuat kebaikan tentu saja
faham dan mengerti apa hakikat dan tujuan kehidupan sebenarnya.
5.
Jaminan nya Surga
Surga adalah
tujuan akhir dalam proses panjang perjalanan hidup manusia yang beriman. Surga
digambarkan sebagai kehidupan yang penuh rahmat, yang hidup ditemani bidadari
yang takkan pernah layu di makan zaman, di surga disediakan apapun yang kita
inginkan. Rumah, piring, mangkuk, gelas, dan semua peralatan terbuat dari emas.
Pendek kata, hidup di surga adalah hidup yang penuh kenikmatan. Namun untuk
bisa masuk ke dalam surga memerlukan tiket yang harus dibeli pada saat hidup di
dunia ini, tiket tersebut harus dibeli dengan iman dan amal shaleh, atau dalam
bahasa awamnya keyakinan dan perbuatan baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar