Sebagai manusia,
Allah menciptakan dengan tujuan untuk beribadah kepada Allah SWT sekaligus
untuk diuji kelak untuk menentukan nasib hidup manusia selanjutnya di akhirat.
Untuk bisa menjalankan tujuan tersebut tentu saja manusia wajib untuk memiliki
iman dan taqwa agar ia mampu juga mau menjalankan segala perintah Allah dengan
sebaik-baiknya. Jika itdak, tentu akan mendatangkan kemalasan untuk melaksanakan
segala perintah Allah tersebut.
Tanpa adanya
iman dan taqwa manusia tidak akan bisa menjalankan kehidupan dengan ridho dan
petunjuk Allah SWT. Untuk itu, iman dan taqwa mampu menyelamatkan kita bukan
hanya di dunia namun juga kelak di akhirat. Untuk itu, ia adalah pondasi
kehidupan manusia.
Orang yang hidup
tanpa iman dan taqwa ia seperti rumah tanpa pondasi dan akar yang kuat. Ia akan
mudah rapuh, rapuk, dan bahkan tidak akan bisa melindungi orang yang menghuni
rumah. Begitupun iman dan taqwa dalam diri manusia. Ia akan melindungi dari
segala macam kesesatan, keterperukan, dan berbagai bencana lainnya dalam hidup
manusia.
Untuk bisa
meningkatkan iman dan taqwa ada berbagai cara dan jalan yang bisa dilakukan.
Rukun Iman, Rukun Islam , dan Fungsi Agama tentunya menjadi landasannya.
Manusia adalah
makhluk yang sering lalai dan tidak awas diri, untuk itu masalah iman dan taqwa
pun juga bisa menurun tanpa mengenal waktu. Berikut adalah 20 cara agar manusia
dapat meningkatkan iman dan taqwanya dalam kehidupan.
1.
Memperbaiki Shalat
Untuk bisa
meningkatkan iman dan taqwa salah satu caranya adalah dengan memperbaiki
shalat. Shalat saja tidak cukup, melainkan membutuhkan shalat khusuk dan
berkualitas. Itulah shalat yang mencerminkan keimanan dan ketaqwaan.
Hal mengenai
shalat juga disampaikan dalam ayat sebagai berikut, “Bacalah apa yang telah
diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat.
Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.
Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari
ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS Al Ankabut : 45)
2.
Bersikap
tawadhu
Rasulullah saw. bersabda, “Merendahkan diri termasuk bagian
dari iman.” (Ibnu Majah no. 4118)
Rasulullah juga
berkata, “Barangsiapa menanggalkan pakaian karena merendahkan diri kepada Allah
padahal dia mampu mengenakannya, maka Allah akan memanggilnya pada hati kiamat
bersama para pemimpin makhluk, sehingga dia diberi kebebasan memilih di antara
pakaian-pakaian iman mana yang dikehendaki untuk dikenakannya.” (Tirmidzi no.
2481)
Maka tak heran
jika baju yang dikenakan Abdurrahman bin Auf –sahabat yang kaya—tidak beda
dengan yang dikenakan para budak yang dimilikinya.
3.
Perbanyak
amalan hati
Hati akan hidup
jika ada rasa mencintai Allah, takut kepada-Nya, berharap bertemu dengan-Nya,
berbaik sangka dan ridha dengan semua takdir yang ditetapkan-Nya. Hati juga
akan penuh dengan iman jika diisi dengan perasaan syukur dan taubat kepada-Nya.
Amalan-amalan hati seperti itu akan menghadirkan rasa khusyuk, zuhud, wara’,
dan mawas diri. Inilah halawatul iman (manisnya iman)
4.
Hadirkan
perasaan takut mati dalam keadaan su’ul khatimah
Rasa takut su’ul
khatimah akan mendorong kita untuk taat dan senantiasa menjaga iman kita.
Penyebab su’ul khatimah adalah lemahnya iman menenggelamkan diri kita ke dalam
jurang kedurhakaan. Sehingga, ketika nyawa kita dicabut oleh malaikat Izrail,
lidah kita tidak mampu mengucapkan kalimat laa ilaha illallah di hembusan nafas
terakhir.
5.
Banyak-banyaklah ingat mati
Rasulullah saw.
bersabda, “Dulu aku melarangmu menziarahi kubur, ketahuilah sekarang ziarahilah
kubur karena hal itu bisa melunakan hati, membuat mata menangism mengingatkan
hari akhirat, dan janganlah kamu mengucapkan kata-kata yang kotor.” (Shahihul
Jami’ no. 4584)
Rasulullah saw.
juga bersabda, “Banyak-banyaklah mengingat penebas kelezatan-kelezatan, yakni
kematian.” (Tirmidzi no. 230)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar