Melaksanakan Manasik Agar Umroh Sesuai Sunah
Umroh merupakan
sebuah perjalanan ibadah yang dicontohkan melalui sunnah Rasulullah SAW. Karena
itu sangat penting untuk mengetahui dan memahami semua hal tentang ibadah umroh
yang telah diatur dalam tata cara manasik umroh sesuai sunnah. Hal ini untuk
menghindari kesalahan sehingga ibadah umroh yang kita lakukan menjadi tidak
sah.
Sebelum
berangkat umroh akan diadakan pertemuan beberapa kali untuk membahas persiapan umroh menjadi lebih baik. Salah
satu dari pertemuan itu antinya akan diadakan manasik umroh. Manasik boleh
dikatakan gladi resik atau latihan supaya paling tidak jamaah umroh yang akan
berangkat tahu nanti apa yang dikerjakan di sana ( Tanah Suci Mekah ). Berikut
ini beberapa hal tentang manasik umroh.
Manasik Umroh biasanya
diadakan sebelum keberangkatan umroh dan biasanya dilakukan 2-3 kali pertemuan.
Pertemuan pertama adalah pertemuan awal supaya jamaah umroh bisa tahu lebih
banyak tentang ibadah umroh dan membuat persiapan untuk keberangkatan.
Pertemuan kedua dan ketiga biasanya dilakukan dalam bentuk manasik umroh.
Minimal biasanya dilakukan 1 kali manasik umroh.
Kemudian yang di
lakukan selama Manasik Umroh yaitu,
Didalam Manasik
umroh nanti akan dilakukan beberapa
kegiatan :
1.
Cara mengenakan pakaian ihram bagi jamah umroh
laki-laki.
Pakaian ihram
laki-laki adalah berupa 2 potong /helai kain yang tidak berjahit. Didalam itu
selama umroh kita dilarang mengenakan pakaian dalam seperti celana dalam. Tentu
saja mengenakan pakaian seperti ini tidak mudah dan mempunyai tingkat kesulitan
tersendiri terutama bagi yang belum tahu cara mengenakannya. Nantinya setiap
jamah umroh laki-laki akan diajari cara mengenakan pakaian ihrom ini.
2.
Cara melakukan tawaf dan sai.
Tawaf adalah mengelilingi
kabah selama 7 kali.
Makna tawaf
adalah menjaga hati agar selalu ingat Allah dimanapun kita berada. Nanti akan
diajari cara mulai tawaf dan bagaimana cara menghitung 7 kali tersebut beserta
doa doa yang bisa dibaca.
Sai adalah lari-lari
kecil antara bukit shafa dan marwa. Dengan melakukan Sai berarti kita napak
tilas perjuangan siti hajar yang
ditinggal nabi ibrahim di tengah padang pasir tanpa bekal apa-apa. Suatu ketika
nabi Ismail menangis karena kehausan. Maka berlarilah Siti Hajar lari
kesana-kemari untuk mencari air. Siti Hajar ingat perintah nabi ibrahim utuk
tidak pergi meninggalkan kompleks masjidi haram. Maka siti hajar pun hanya
lari-lari antara shafa dan marwa. Di puncak kehausan itulah kemudian nabi
ismail menginjakkan kakinya ke tanah kemudian munculnya sumber air yang
kemudian hari dikenal dengan sumur zamzam. Makna Sai adalah gambaran seorang mukmin yang tidak akank
eluar dari batasan Alloh walaupun mengalami kesulitan. Insya Alloh tidak lama
lagi akan datang pertolongan Alloh.
3. Suntik
mengitis akan dilaksanakan waktunya bersamaan dengan waktunya dengan manasik umroh. Vaksin meningitis adalah pedoman resmi yang
dianjurkan (diwajibkan) jika ingin mengajukan visa ibadah haji dan umroh oleh pemerintah Arab Saudi. Bagi yang belum
begitu tahu mengenai suntik meningitis diwajibkan, berikut ini penjelasan
singkatnya:
Meningitis
adalah radang selaput pelindung sisitem syaraf pusat. penularan peyakit akibat
bakteri ini bisa dilakukan lewat udara. Selama melakukan ibadah umroh di tanah
suci tentunya kita akan bersinggungan dengan banyak orang dari berbagai negara.
Beberapa negara di Afrika, Amerika Utara, Amerika Latin, dan Selandia Baru
adalah endemis meningitis meningokokus. Nah vaksin meningitis ini berguna untuk
mencegah penularan dan juga menghilangkan bakteri dari tubuh, asalkan imunitas
dalam keadaan baik.
Lalu, Bagi yang
memiliki buku panduan haji dan umroh, termasuk juga buku doa umroh silakan
dibawa selama perjalanan ke tanah suci. Nantinya buku panduan tersebut akan berguna atau bisa dibaca baca sambil
sambil menunggu penerbangan di bandara misalnya. Silakan saja pergi ke toko
buku untuk dapatkan buku panduan tentang ibadah umroh. Sebagian besar artikel
di blog ini juga diambilkan dari buku buku Fadilah Haji dan Umroh karangan Maulana
Zakariyya. Bagi yang berkenan silakan untuk membelinya di toko buku terdekat
atau toko buku online. Bila tidak dapat, semoga blog ini bisa cukup mewakili.
Semoga artikel semua hal tentang manasik umroh ini bisa memberikan gambaran
lebih jelas kepada para jamaah yang akan berangkat umroh.
Di dalam
pelaksanaan ibadah umroh apapun paket umroh yang kita daftarkan, setidaknya
terdapat 2 hal penting yakni Rukun Umroh dan Wajib Umroh. Rukun Umroh merupakan
pokok kegiatan ibadah yang apabila tidak kita kerjakan maka umroh kita tidak
sah.
RUKUN UMROH
Rukun Umroh ada
4, yakni:
A.
Niat Ihram/berumroh
B.
Thawaf
C.
Sa’i
D.
Tahallul atau bercukur
WAJIB UMROH
Sedangkan yang
disebut sebagai Wajib Umroh yaitu ihram dari miqot atau tempat mulainya
pelaksanaan niat ihram), serta tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang
dilarang selama Umroh.\
TATA UMROH SESUAI SUNAH
Urutan untuk tata cara Umroh adalah sebagai berikut:
1.
IHRAM
Ihram merupakan keadaan
seseorang yang telah berniat untuk melaksanakan ibadah haji dan atau umrah.
Mereka yang melakukan ihram disebut dengan istilah tunggal "muhrim"
dan jamak "muhrimun".
Adapun yang termasuk wajib dalam ihram antara lain:
a. Ihram dari miqat ( lihat menentukan tapal batas miqat
sebelum memasuki Makkah )
Mengucapkan niat
disarankan setelah shalat. Bila berniat telah memasuki kendaraan tetap
diperbolehkan asal belum memasuki miqat. Bila telah mencapai miqat dan kita
belum sempat membaca niat, maka dianggap kita melewati miqot tanpa ihram.
Setelah membaca
niat dilarang berkata buruk, menggunjing, bertengkar atau berdebat yang tidak
bermanfaat karena ini termasuk larangan ihram.
b. Tidak memakai pakaian yang dijahit atau menampakkan lekuk
badan atau anggota tubuh
Laki-laki
dilarang mengenakan baju, jubah, mantel, penutup kepala, dan khuf (atau
sepatu). Sedangkan yang perempuan dilarang menggunakan penutup wajah (cadar)
dan sarung tangan. Pakaian ihram yang dikenakan perempuan tidak boleh memakai
kain yang tipis sehingga kelihatan rambut atau kulitnya. Kaki masih boleh
memakai kaos kaki atau stoking.
c. Bertalbiyah.
Setelah membaca
talbiyah ( Labbaik Allahuma labbaik, Labbaik laa syarikka laka labbaik, Innal haamda
wanni'mata laka wal mulk, Laa syariika laka, yang artinya : “ Aku datang ya
Allah, Aku penuhi panggilan-Mu ” Talbiyah hendaknya dilantunkan terus menerus
selama jemaah calon haji masih mengenakan pakaian ihram ) berulang kali dapat
pula diselingi dengan membaca shalawat.
2. Thawaf
Thawaf adalah
mengitari Ka’bah sebanyak 7 kali putaran dimulai dari Hajar Aswad dan selesai
di tempat yang sama. Sedangkan syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum
melaksanakan thawaf adalah:
a.
Berniat melakukan thawaf.
b.
Suci dari hadats
c.
Menutup aurat karena thawaf dianggap seperti
shalat.
d.
Memulai thawaf dari Hajar Aswad
e.
Thawaf dapat dilakukan di dalam masjid walau
jauh dari Ka’bah
f.
Ka’bah berada di sebelah kiri orang yang
melakukan thawaf
Ibadah sunnah
yang bisa dikerjakan setelah melakukan thawaf adalah mengerjakan shalat sunnah
2 rakaat di belakang makam Nabi Ibrahim atau bisa dimana saja bila di dekat
makam tidak memungkinkan. Saat mengerjakan shalat sunnah tersebut disunnahkan
pada rakaat pertama setelah membaca Al Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat
Al-Kafirun sedangkan setelah membaca Al Fatihah di rakaat kedua membaca surat
Al Ikhlas. Sesudah shalat berdoalah sesuai dengan apa yang anda inginkan bila
memang anda memiliki hajat tertentu.
3. Sa’i
Sa’i adalah
lari-lari kecil dari Shofa ke Marwah bolak - balik sebanyak 7 kali putaran.
Disunnahkan agar minum air zam zam sebelum melakukan sa’i. Pada saat
melaksanakan sa’i sambil membaca kalimat tahmid dan takbir masing-masing
sebanyak tiga kali, mengangkat kedua tangan lalu membaca doa sesuai Sunnah
Rasulullah.
4. Tahallul
Tahallul adalah
menggunting rambut sebagai tanda mengakhiri seluruh rangkaian ibadah umroh,
minimal 3 helai rambut.
Manasik umroh
merupakan contoh kegiatan yang di lakukan sama précis ketika melangsungkan
ibadah umroh, dan manasik umroh di lakukan minimal seminggu sebelum pemberangkatan
umroh itu sendiri .


Tidak ada komentar:
Posting Komentar