Sabtu, 08 Desember 2018

City Tour ke Jabal Uhud


Keistimewaan Jabal Uhud Bukit yang Kelak Ada di Surga


Jabal Uhud ialah bukit yang dijanjikan kelak ada di surga. Tidak seperti gunung yang berada di Kota Madinah, Jabal Uhud memiliki keistimewaan tersendiri. Sekelompok gunung yang tidak bersambungan dengan gunung yang lain. Karena itulah warga Madinah menyebutnya dengan sebutan Jabal Uhud yang mengartikan dengan kata lain ‘bukit menyendiri’.






Sosok Jabal Uhud Bukit Yang Kelak Ada di Surga

“Jika kita hendak melihat bukit yang terdapat di surga, maka ziarahlah ke Bukit Uhud. Nabi SAW bersabda, ‘Bukit Uhud ialah salah satu dari bukit-bukit yang terdapat di surga’,” demikian hadis yang dirawikan HR Bukhari.
Bukit Uhud atau Jabal Uhud ialah sebuah bukit berjarak 5 kilometer sebelah  utara Kota Madinah dengan elevasi keagungan nya sekitar 1.077 meter diatas permukaan laut. Bukit ini selalu diingat oleh umat Islam sebab di lembah gunung ini pernah terjadi pertempuran besar antara pejuang Islam dan kaum kafir Quraisy pada 15 Syawal 3 Hijriyah (Maret 625 Masehi) yang mengakibatkan 70 pejuang Islam mati secara syahid.
Suatu ketika Rasulullah SAW bersama – sama Sayyidina Abu Bakar RA, Sayyidina Umar Al-Faruq RA, dan Sayyidina Utsman bin Affan RA. Setelah keempatnya sedang di puncak, terasa Gunung Uhud bergetar
Rasulullah SAW kemudiannya menghentakkan kakinya dan bersabda, “Tenanglah Wahai  Uhud. Di atasmu sekarang ialah Rasulullah seorang shiddiq dan dua yang kelak akan mati syahid.” Tak lama setelah tersebut Uhud berhenti bergetar. Demikianlah tanda kerinduan dan kegembiraan Uhud menyambut Rasulullah.

Kisah Pertempuran Uhud

Di lembah bukit ini pernah terjadi perang dahsyat antara kaum muslimin sejumlah 700 orang melawan  gerombolan  musyrikin Mekkah dengan jumlah yang tidak seimbang. Mereka menyerang dengan serdadu tak kurang dari 3.000 orang. Dalam peperangan tersebut kaum muslimin yang gugur hingga 70 orang syuhada, di antaranya paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muththalib, yang digelari Asa­Dullah wa Asadur Rasul (Singa Allah dan Rasul-Nya), Mush’ab bin Umair, dan Abdullah bin Jahsyin.
Para syuhada tersebut dimakamkan di lokasi mereka gugur, di dekat Gunung Uhud. Nabi Muhammad SAW sendiri dalam pertempuran tersebut mendapat luka-luka. Dan sahabat-sahabatnya yang menjadi perisai guna Rasulullah turut  gugur, dengan kondisi badan dipenuhi anak panah.

Pemakaman Sayidina Hamzah dan Para Syuhada Uhud

Setelah perang usai dan kaum musyrikin mengundurkan diri pulang ke Mekkah, maka Nabi Muhammad SAW memerintahkan supaya mereka yang gugur dimakamkan di lokasi mereka roboh, sampai-sampai ada satu liang kubur terdiri dari sejumlah syuhada.
Rasulullah  SAW bersabda, “Mereka yang dimakamkan di Uhud tak mendapat  tempat lain nya kecuali ruhnya sedang di dalam burung hijau yang mengarungi sungai surgawi. Burung tersebut memakan makanan dari taman surga, dan tak pernah kehabisan makanan. Pada syuhada itu berbicara siapa yang bakal menceritakan situasi kami disini untuk saudara – saudara kami bahwa kami telah berada di surga.”

Maka Allah bersabda dalam QS Ali Imran ayat 169 :
“ Janganlah kamu menira orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, Bukankah mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki .” (QS.Ali Imran (3) ayat 169)

Melihat kisah sejarah pertempuran uhud dan keberadaan Jabal Uhud Madinah yang kelak berada di surga, pantaslah bila jabal uhud menjadi  tempat yang sangat penting untuk diziarahi para jemaah haji dan umroh. Seperti yang terlihat ketika jamaah umroh Syakira Wisata berziarah di Jabal Uhud. Beserta ratusan jemaah haji dan umroh dari Indonesia dan mancanegara kembali berusaha merefleksikan, mengenang, sejarah  perjuangan para syuhada’. Mereka berjuang dalam menegakkan Islam. Seraya berziarah dan berdoa di maka syuhada Uhud.
Tidak melulu berziarah, tidak sedikit anggota jemaah haji dan umroh  yang mengambil selfie dan juga sekedar  membeli oleh-oleh atau cendera mata. Banyak barang dagangan dan kurma dijajakan di sana. Di sepanjang jalan dari pemakaman mengarah ke parkir bus, banyak bahkan  puluhan pedagang kaki lima yang menawarkan barang dagangannya. Sehingga disekita tempat makam syuhada’ uhud tak ubahnya seperti pasar tiban.
abal Uhud di Madinah, Arab Saudi sering menjadi destinasi wisata religi jamaah umrah atau haji. Pengunjung bisa mengenang Perang Uhud dan perjuangan Nabi Muhammad SAW di sana.

Jabal Uhud adalah bukit terpanjang di Madinah yang membentang 6 km. Nama Jabal Uhud bisa diartikan sebagai bukit yang menyendiri. Berbeda dengan umumnya bukit dan gunung di Madinah yang saling menyambung, Jabal Uhud tidak bersambungan.
Jabal Uhud menjadi saksi bisu dari Perang Uhud di tahun 625 silam. Sebanyak 70 orang syuhada gugur dan dimakamkan di sana. Dahulu Nabi Muhammad SAW kerap ziarah ke Jabal Uhud. Sehingga kemudian umat Muslim yang ke Tanah Suci untuk umroh atau haji pun kerap datang ke Jabal Uhud untuk berziarah.
Komplek pemakaman terlihat begitu sederhana. Di sekelilingnya diberi pagar berjeruji yang tingginya sekitar 3 meter.
Di area pemakaman terlihat batu-batu hitam membentuk kotak cukup besar sebagai tanda makam Hamzah bin Abdul Muthalib dan Abdullah bin Jahsyi, yang merupakan sepupu Nabi Muhammad SAW. Sementara itu makam para syuhada lainnya tidak terlihat ada tandanya.

Peziarah bisa leluasa melihat ke area dalam pemakaman. Namun tetap ada aturan berziarah yang harus ditaati. Aturannya ada yang tertulis dalam bahasa Indonesia sehingga mudah dimengerti.
Selama di Jabal Uhud pengunjung dapat mendaki baukit yang tidak terlalu tinggi, namun tidak mudah memang mencapai puncaknya. Tentunya tetap harus selalu berhati-hati ya!

Sebelum pulang dari Jabal Uhud pengunjung bisa mampir dulu ke area yang penuh dengan pedagang suvenir serta makanan khas Arab. Beragam suvenir yang ada antara lain perhiasan, tasbih hingga berbagai macam jenis kurma.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar