Kedua orang tua
merupakan penyebab eksistensi (keberadaan) manusia di dunia ini. Oleh karena
itu, sudah sepantasnya bahwa kita mempersembahkan bakti terbaik kepada kedua
orang tua. Bakti tersebut bukan hanya karena hak orang tua yang harus dipenuhi
oleh anak-anaknya, namun juga merupakan kewajiban yang bersifat pasti, yang
telah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Bahkan perintah berbakti kepada
kedua orang tua telah disandingkan dengan perintah menyembah Allah dan larangan
menyekutukan-Nya. Hal ini bermakna bahwa berbakti kepada kedua orang tua
merupakan penyempurna bagi ibadah kepada Allah SWT.
Berdasarkan
petunjuk hadits Rasulullah SAW, di antara akibat baik (pahala) dan akibat buruk
(siksa) yang tidak akan ditangguhkan hingga hari kiamat adalah berbakti kepada
kedua orang tua dan durhaka kepadanya. Bahkan dengan berbakti kepada kedua
orang tua, terdapat berbagai keajaiban yang akan didapatkan oleh pelakunya.
Begitu pula sebaliknya, siapa pun yang berlaku durhaka kepada kedua orang tua,
maka akibat buruk pun akan segera didapatkannya.
1.
Amal yang paling utama
Berbakti kepada
kedua orangtua merupakan salah satu amal yang paling utama.
Dari Abdullah
bin Masud radhiyallahu anhu ia berkata
"Aku pernah
bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, "Amalan apa yang
paling dicintai Allah?" Beliau menjawab, "Salat pada waktunya."
Aku melanjutkan, "Kemudian apa?" Beliau menjawab, "Berbakti
kepada kedua orangtua." Lalu aku bertanya lagi, "Kemudian apa?"
Beliau menjawab, "Berjihad di jalan Allah." (HR. Al Bukhari dan
Muslim)
2.
Kunci Masuk Surga
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda :
“Sungguh
terhina, sungguh terhina, sungguh terhina.” Ada yang bertanya, “Siapa, wahai
Rasulullah?” Beliau bersabda, ”(Sungguh hina) seorang yang mendapati kedua
orang tuanya yang masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah
tua, namun justru ia tidak masuk surga.”(HR. Muslim)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Orang tua
adalah paling pertengahan dari pintu-pintu surga. Jika kamu mau, sia-siakanlah
pintu itu (kau tidak mendapat surga) atau jagalah ia (untuk mendapatkan pintu
surga itu).” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Jahimah pernah
datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata, “Ya Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam, aku ingin berperang dan sungguh aku datang untuk
meminta pendapatmu.” Beliau bertanya, “Apakah engkau masih memiliki ibu?”Ia
menjawab, “Ya.” Maka beliau pun bersabda, “Tetaplah bersamanya karena
sesungguhnya surga ada di kakinya.” (HR. Ibnu Majah dan An Nasa’i )
Dimudahkannya segala perkara
Perlu diketahui
bahwa mungkin jika seseorang memiliki kesulitan dalam hidupnya adalah karena ia
durhaka pada kedua orangtuanya dan apabila seseorang mendapatkan kebaikan dan
kemudahan dalam perkaranya adalah mungkin karena perbuatan baik dan baktinya
kepada orangtua. Oleh sebab itu seorang muslim hendaknya senantiasa berbakti
pada orangtua dan berusaha merawat mereka dengan sebaik mungkin sehingga Allah
SWT berkenan menghilangkan segala kesulitan hidup yang dialami oleh orang
tersebut
3.
Memudahkan
jalan kita untuk sukses
Bila ingin
sukses, maka berbaktilah kepada orang tua. Dan jadikanlah orang tua sebagai
alasan terkuat kita untuk sukses. Karena niat yang baik akan selalu dimudahkan
dan dikabulkan oleh Allah. Apalagi doa hanya untuk sukses, ini suatu hal mudah
yang bagi Allah. Jika Allah sudah berkata “Jadilah!” maka terjadi lah hal
tersebut. Nah, agar apa yang kita inginkan terjadi, "sogoklah" Allah
untuk menjadikan kita sukses dengan berbakti kepada kedua orang tua kita.
Buatlah mereka senang. Dengan begitu, Allah pun akan senang hati memberi kita
kesuksesan yang kita inginkan.
4.
Memperoleh ampunan Allah
“Siapa yang
mendapati salah satu dari kedua orang tuanya kemudian ia tidak diampuni, maka
Allah telah menjauhkannya (dari rahmat)” (HR. Ahmad)
5.
Kunci Panjang Umur & Banyak Rejeki
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda :
“Siapa yang suka
untuk dipanjangkan umur dan ditambahkan rizki, maka berbaktilah pada orang tua
dan sambunglah tali silaturahmi (dengan kerabat).” (HR. Ahmad. Syaikh Al Albani
dalam Shohih At Targib wa At Tarhib mengatakan bahwa hadits ini hasan
lighoirihi, yaitu hasan dilihat dari jalur lainnya).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar