Jumat, 07 Desember 2018

Ulasan Vaksin Meningitis

Vaksin Meningitis Jelang Keberangkatan Umroh





Vaksin meningitis merupakan salah satu hal yang wajib di lakukan bagi jemaah umroh yang hendak melangsungkan keberangkatan, vaksin meningitis minimal di lakukan 2 minggu sebelum berangkat umroh bagi jemaah yang telah mendapatkan jadwal keberangkatan yang pasti .
Meningitis atau radang selaput otak adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi pada selaput otak. Risiko terbesar apabila mengabaikan penyakin ini adalah kematian. Vaksin meningitis harus dilakukan  minimal 2 minggu sebelum tanggal keberangkatan. Vaksinasi ini berbeda dengan vaksinasi biasanya, vaksin ini di lakukan di lokasi khusus. Namun, tantangan utama yang tidak jarang dihadapi oleh calon jamaah ialah panjangnya antrian dan mesti datang pagi – pagi jika tidak ingin kehabisan nomor urut. Bahkan menurut pengalaman kami ada jamaah yang mesti datang pada jam 5 pagi hanya sekedar untuk mendapat nomer antrian. Padahal Kantor Kesehatan baru melayani vaksinasi  mulai sekitar pukul 08.00 – 13.00.

Hal ini pun nampaknya direspon dengan baik oleh para pemegang kebijakan di Kementrian Kesehatan RI. Mereka akhirnya menerbitkan terobosan baru dengan menerapkan sistem pendaftasan vaksinasi meningitis secara online online.
Salah satu Keuntungan dari sistem online ini yang berdampak pada pelayanan bagi jamaah haji dan umroh bahwasanya  semua calon jamaah bakal menperoleh nomor antrian. Setelah mendapat nomor urut antri secara online, mereka cukup datang  langsung dan menantikan panggilan untuk divaksin.
Secara umum Alur pendaftaran Vaksin Meningitis Online Tanpa Antri ialah sebagai berikut:
Mengambil nomor antrian dengan resgistrasi di situs Kantor Kesehatan
Memilih tanggal permintaan pelayanan dan tanggal rencana keberangkatan
Memilih KKP terdekat untuk mengerjakan pembayaran
Melengkapi isian eksemplar daftar isian registrasi
Upload paspor hasil scan dalam format jpeg, jpg, dan png
Mengisi alamat email guna mendapatkan notifikasi hasil verifikasi
Setelah meregistrasi secara online, pendaftar bakal mendapat tanda terima certificate of Vaccination (ICV) dan file eksemplar isian pendaftaran.
Kemudian Datang ke KKP sesuai jadwal yang tertera dengan membawa:
Print tanda terima ICV dan eksemplar isian yang dikirim di email
Fotokopi paspor dan potret berwarna 4×6 sejumlah 1 lembar
Mengisi eksemplar isian registrasi
Diberikan vaksinasi oleh pihak KKP. Setelah tersebut KKP akan mengeluarkan dan mengabsahkan ICV yang dicetak dalam buku yang berwarna kuning guna jamaah yang sudah melakukan nya.

Sebelum mengarah ke ke Kantor Kesehatan Pelabuhan  satu hal yang tidak boleh dilupakan oleh para calon jamaah haji dan umroh adalah  menyiapkan ongkos vaksin sebesar Rp305.000,- (untuk jamaah  yang berusia lebih dari 55 tahun) sampai Rp350.000,- (untuk jamaah  yang berusia kurang dari 55 tahun) setiap jamaah.
Setelah suntik vaksinasi, Anda bakal mendapatkan ICV dalam format buku kuning yang diterbitkan oleh pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan. Namun andai Anda telah pernah memiliki buku kuning sebelumnya, maka pihak KKP Cuma  melakukan pengabsahan dengan memenuhi data pelayanan yang telah dilakukan.
Setiap ICV ini berlaku sampai 3 tahun ke depan. Pasien perlu mengerjakan vaksinasi kembali andai ICV sudah berakhir masa berlakunya.
Bakteri Neisseria meningitidis (meningokokus) jarang ditemukan di Indonesia. Inilah mengapa sebab tidak sedikit orang Indonesia yang tidak mempunyai kekebalan terhadap bakteri tersebut. Vaksin ini  paling dianjurkan untuk orang Indonesia yang akan bepergian ke wilayah yang  berisiko tinggi terjangkiti bakteri ini.

Salah satu Daerah yang berisiko tinggi dan merupakan asal dari  asal bakteri ini ialah Arab Saudi dan beberapa Negara-negara di Afrika. Sehingga Calon jamaah Umroh maupun ibadah Haji diharuskan untuk menerima vaksin meningitis sebelum berangkat.
Untuk bayi yang berusia antara dua bulan sampai dua tahun, dosis mula vaksin mesti ditambah dengan takaran kedua tiga bulan berikutnya. Vaksin meningitis tidak sesuai untuk bayi yang berusia kurang dari dua bulan.
Menurut mentri kesehatan, meningitis masih menjadi ancaman bagi calon jemaah haji atau umroh karena pada saat melakukan ibadah umroh tersebut orang – orang yang berada di sana datang dari berbagai penjuru dunia., termasuk dimana penyakit meningitis masih marak, khususnya di benua afrika dinama daerah tersebut di sebut – sebut sabuknya meningitis.
Pada tahun 1987, di Indoseia jemaah yang sepulang dari sana tertular meningitis 99 orang dan 40 diantara nya meninggal dunia .

Meskipun efek samping setelah pemberian vaksin ini jarang terjadi, hanya sekitar 10% orang orang yang mengalami nyeri dan gatal – gatal pada kulit dan berupa kemerahan yang umum nya hanya akan hilang 1 – 2 hari saja setelah itu akan kembali normal . Sementara yang sering kala terjadi pada anak adalah demam.
Selain kewajiban atas pemberian vaksin meningitis, Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga menyarankan calon haji untuk melakukan suntik influenza dan pneumonia sebelum berangkat.
Sedikit ulasan, selain dari Negara timur tengah  meningitis juga dapat di tularkan melalu daging babi mentah, seperti darah segar, usus, jeroan  dan daging yang terinfeksi.
Tanda-tanda jika terjangkit meningitis babi umumnya memiliki gejala yang mirip dengan meningitis lainnya seperti mengalami demam, sakit kepala, muntah, dan tanda-tanda meningeal. Salah satu faktor mencolok gejala ini adalah gangguan pendengaran.
Dalam islam pun, Allah S.W.T sangat mengharamkan bagi umat nya untuk menonsumsi daging babi karena selain meningitis, di dalam daging babi juga terdapat bakteri – bakteri dan virus – virus lainnya dan tentu saja itu sangat mengancam kesehatan bagi tubuh kita .

sekian postingan kali ini, semoga bermanfaat  .. Trimakaih ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar