Senin, 03 Desember 2018

RUKUN UMROH

RUKUN UMROH

Umroh merupakan ziarah islami secara singkat, Umroh merupakan ibadah kepada Allah (SWT). Hal ini merupakan ajaran yang di tetapkan  Rasululloh (SAW) dan sunahnya. Ziarah tersebut adalah kunjungan ke rumah Allah SWT dan dapat dilakukan kapan saja stiap tahunnya. Hal ini disebut dengan 'ziarah kecil' dibandingkan dengan 'ziarah besar' Haji. Namun, ziarah kecil ini memegang nilai dan kebajikan yang besar di mata Allah SWT.
Ibadah Umrah terdiri dari empat pilar dasar:

1)      Ihram

Ihram merupakan keadaan seseorang berniat untuk melaksankan ibadah umrah/haji .  untuk berihram seseorang harus mengganti pakaiannya dan mandi . menunjukan dirinya dalam keadaan bersih. Laki-laki mengganti pakaiannya dengan dua helai kain, Rida dan Izar, sedangkan kaum wanita dapat memakai pakaian apapun asalkan menutup tubuh dan kepala mereka. Wanita yang sedang menstruasi atau pendarahan setelah melahirkan juga disarankan untuk mandi junub.
Di miqot, kita harus berniat dan mengucapkan kata-kata:
  “Labbaik Alloohumma bi ' Umroh”
              (Aku sambut panggilan-Mu ya Alloh untuk berumroh)
Setelah ini, kita harus mengucapkan Talbiyah, sesuai dengan Sunnah:
 “Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak”
(Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu,  aku menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu).”
Disarankan untuk terus membaca Talbiyah dari saat memasuki Ihram sampai dengan pelaksanaan thawaf.

2)      Tawaaf (mengelilingi rumah Allah S.W.T

Orang yang berumroh diwajibkan memasuki Masjidil Haram dengan kaki kanan terlebih dahulu dan mengucapkan:
“Bismillaah wassalaatu wassalaam ‘ala Rasulullooh. Alloohummagfirli dzunuubi waftahli abwaaba rahmatika. A’udzuubillaahil’adzim wa bi wajhiil kariim wa bi sultaaniil ‘qadiim minashaytaanil rajiim”
(Dengan menyebut nama Allah, dan keberkahan serta kedamaian kepada Rasululloh. Ya Allah, ampuni dosa-dosaku dan bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu. Aku berlindung kepada Allah yang Maha Kuasa dan Yang Maha Mulia serta kekuasaan-Nya yang abadi dari setan yang terkutuk).”
Setelah itu, orang yang berumroh dapat menyentuh Batu Hitam (Hajar Aswad) dan memulai thawaf. Idealnya, Hajar Aswad harus disentuh dengan menggunakan tangan kanan lalu dicium. Akan tetapi jika tidak dapat dicium langsung, dapat juga disentuh dengan tangan kemudian mencium tangan tersebut. Terdapat kebaikan dalam menyentuh Hajar Aswad. Jika ia bahkan tidak dapat menyentuh batu tersebut dengan tangan, dapat menghadapkan tangannya ke arah batu dan berkata "Allahu Akbar". Kemudian memulai thawaf-mengambil putaran mengelilingi Ka'bah, dengan Ka'bah berada di sebelah kiri. Kita harus berhati-hati untuk tidak menyentuh kain Ka'bah ketika thawaf, karena mengandung wewangian dan menyentuhnya dapat membuat wangi tersebut berpindah kepada kita dan membuat keadaan Ihram batal.
Lelaki harus menjaga bahu kanannya tetap terbuka saat thawaf, yang dikenal sebagai Idtibaa. Hal ini dilakukan dengan menempatkan Ridaa di bawah ketiak kanan dan mengaitkannya ke bahu kiri. Selain itu, lelaki harus berlatih 'raml' di tiga putaran pertama thawaf, yang pada dasarnya adalah berjalan cepat dengan mengambil langkah kecil. Untuk putaran-putaran selanjutnya, mereka dapat berjalan dengan kecepatan normal.
Setelah menyelesaikan tujuh putaran thawaf, kemudian harus pergi ke Maqam Ibrahim dan mengucapkan kata-kata berikut:
“Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim [atau batu dimana Ibrahim berdiri ketika membangun Ka'Bah] sebagai tempat shalat (untuk sebagian sholatmu, seperti dua rakaat setelah thawaf mengelilingi Ka'bah di Mekkah)” (Quran 2:125)
Peziarah kemudian harus melaksanakan sholat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim. Jika yang sulit, dapat melaksanakan sholat tersebut di bagian masjid yang lain. Pada rakaat pertama, yang dibaca adalah surat Al-Kafirun (109) dan untuk rakaat kedua, membaca surat Al-Ikhlas (112). Setelah melaksanakan sholat, kembali ke Hajar Aswad dan menyentuhnya jika memungkinkan.

3)      Sa’i di antara Safa dan Marwah

Peziarah kemudian harus menuju tempat Sa’i (Masaa) dan ketika dia telah mendekati bukit Safa, harus membaca: "Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah.” (Quran 2:158)
Dan
“Nabda’u bima badallooh bihi”
(Kita mulakan dengan itu dimana Allah telah mulakan)
Setelah itu seseorang yang berumroh harus memanjat ke atas Bukit Safa menuju tempat dimana Ka’bah dapat terlihat. Lalu dia harus menghadapi Ka'bah, mengangkat tangannya, dan berdoa kepada Allah S.W.T. Doa yang dibaca boleh apapun sesuai keinginan. Menurut Hadist, Rasululloh S.A.W membaca doa berikut ini sebagai pujian :
“Laa ilaahaillalloh wahdahulaa shariikalah, lahulmulku, wa lahulhamdu, wa huwa ‘ala kulli shai’in qadiir. Laa ilaahaillalloh wahdah, anjaza wa’dah, wa nasara ‘abdah, wa hazamaa al-ahzaaba wahdah”
(Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan dan segala pujian untuk-Nya. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata. Dialah yang telah melaksanakan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan tentara sekutu dengan sendirian.” (Sahih Muslim, 1218)
Doa ini harus diulang sebanyak 3 kali; melakukan dzikir, berdoa, melakukan dzikir, berdoa (dan seterusnya). Kemuadian harus langsung turun ke Marwah dan lelaki berlari di antara lampu hijau. Jaraknya ditandai oleh dua tanda berwarna hijau - lelaki harus berlari hingga mencapai tanda kedua lalu kembali berjalan biasa ke bukit Marwah dan mendakinya. Di sana, peziarah harus menghadap ke kiblat dan membaca apa yang dia membaca di Safa. Setelah itu, peziarah harus turun lagi dan kembali menuju Safa. Setelah mencapai Safa, peziarah harus mengulangi apa yang ia lakukan pertama kali dan mengulanginya kembali ketika ia kembali ke Marwah sebanyak tujuh putaran (Satu putaran terhitung mulai dari Safa menuju Marwah).

4)          Mencukur/Memotong Rambut

Tahap terakhir, setelah menyelesaikan tujuh putaran, peziarah diharuskan untuk memotong rambut mereka. Para lelaki diwajibkan untuk mencukur rambut mereka atau memotong rambut mereka seluruhnya dengan panjang yang sama. Para wanita diharuskan memotong rambutnya sepanjang satu ruas jari.
Dengan tindakan terakhir ini, peziarah telah resmi melengkapi Umrahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar